Laman

Selasa, 18 Februari 2014

Puisi 11: Aku Ini

Aku Ini_
Karya: Zuy

Aku ini cacat
Aku ini tuna wicara
Jadi apa pula yang kau harap?
Sejentik jari,
Hanya itu yang kau tahu
Aku
Bisu...

Sabtu, 08 Februari 2014

Puisi 10: Tak Ingin

Tak Ingin_
Karya: Zuy

Tak sengaja wajah ini bertemu
Kali ini ada perih
Dan rasa lain yang nyata
Menyatu dan campur tak terbaca
Tak mengerti tak dimengerti

Jumat, 07 Februari 2014

Puisi 09: Dialog

Dialog_
karya: Zuy

seseorang bertanya...
apa yang kau harapkan
dari selembar kehidupan
yang tak berarti ini

seorang menjawab...
kemudahan mengarunginya
martabat untukku untuk sanak keluarga
sepotong kehidupan ini tiada berarti
tanpa materi untuk ketentraman
dan keabadian lalu segalanya

Kamis, 06 Februari 2014

Puisi 08: Yang Memendam Rindu

Yang Memendam Rindu_
karya: Zuy

ribuan pasang sayap itu melesat ke udara
mereka adalah anak-anak zaman
yang tunduk dan patuh pada biangnya
kini lahir, lusa terbang
mudah memang jika dirasa-rasa

namun aku...
saudara seakar yang melenceng otaknya
yang bersuara dengan lirih dan lemah
tersingkir oleh anak-anak emas
yang di puja dunia

yang merantau tanpa susah
yang mendaki tanpa peluh
karena mereka ditarik dari langit
dan aku tidak...

sesungguhnya zaman itu tak adil
ia nepotisme sebenar-benarnya
namun sayang
ia besar bagai dunia

lalu aku bertanya
pada pribadiku yang aneh
salahkah aku memendam rindu
kasih sayang zaman

Rabu, 05 Februari 2014

Puisi 07: Angan dan Hati

Angan dan Hati_
karya: Zuy

ketika angan ini kosong
dan riuh masuk
lalu terperangakap
beranak dan menua

ketika hati ini kosong
dan api merasuk
lalu tak lekas pergi
merajuk dan membatu

maka sisi Tuhan akan redup
tak ingatlah kau pada kulitmu
sengsara itu bahagia jadinya
bahagia pun sengsara jadinya
kedamaian adalah peperangan
lalu sebaliknya
duniamu terbalik...

hey anak manusia...
sudikah kau didunia ini
menderita dan sengsara
jika angan kau isi
dan hati kau penuhi

Senin, 03 Februari 2014

Puisi 06: Tanahku

Tanahku_
karya: Zuy

Kemana burung-burung bercicit
kemana kunang-kunang menyala
kemana pula gemericik air

tanah ini tak seperti dulu
ramai ini membawa kegelisahan
tak ada lagi teras istimewa
tak ada lagi kesejukan

meski gunung tetap berdiri
meski pepohonan semakin tinggi
pemandangan tak lebih baik
kala itu terasa mengambang dilangit
mengambang pada secuil ingatan
saat aku berlari, sembunyi
saat tertawa melapisi semua hal
saat aku di tanah ini
saat petuualangan-petualangan ada

Minggu, 02 Februari 2014

Puisi 05: Benang

Benang_
karya: Zuy

sehelai benang terikat diantara kita
telah menyatu dengan nadi dan jantung
berbagi darah dan penyakit

Raga ini selalu ingin ada bersamamu kawan
kaki ini tak lelah mengikutimu
namun hati ini berbeda

manakala ia pegang tanganku dengan canggung
manakala teringat piknik malam itu

lalu kini ada sebilah gunting
yang memotong dua ikatanku
kini tersisa
benang-benang yang lain

Puisi 04: Mimpi Kemarin

Mimpi Kemarin_
karya: Zuy

saat aku lemah dan lalai
telah aku tinggalkan dunia gemerlap ini
dan aku kosongkan semesta dengan ketidak inginan
lantas hanya diam dan membatu tentang mimpi kemarin
entah apa yang terjadi
segala kulakukan dengan membuang wajah dan hatiku
lalu bening ucapmu datang membawa sesuatu
hal yang bisa membuat segumpal daging ini bergerak
sosokmu muncul sebagai harapan
dan pertanda tuhan tentang kita
dan mimpi-mimpiku di hari kemarin